Hutomo D Menulis artikel
@symphonia86

Mesum? Sederet Alasan Kenapa Doraemon Bukan Tontonan untuk Anak Kecil

Mesum Sederet Alasan Kenapa Doraemon Bukan Tontonan untuk Anak Kecil
Dianggap tontonan untuk anak kecil, ternyata Doraemon bisa jadi bukan untuk anak kecil.
Cocok buatmu

Nobita punya sifat mesumDoraemon memang sejak lama menargetkan konsumen anak kecil sebagai konsumen utamanya, karena menawarkan kisah lucu, jenaka dan sederhana. Namun nyatanya, Doraemon memiliki tema yang kompleks dan rumit, dan lebih cocok ditonton orang dewasa. Nggak percaya? Ini alasannya.

1. Nobita punya sifat mesum

Kwikku, Nobita punya sifat mesum
Sumber: duniaku.net

Keinginan Nobita untuk bisa melihat Shizuka mandi bisa dibilang melebihi batas. Jika ingin sekadar main, tentunya Nobita tak akan menggunakan pintu kemana saja untuk ke kamar mandi Shizuka. Untuk seusianya, Nobita bisa dibilang cukup mesum.

2. Nobita cenderung psikopat

Kwikku, Nobita cenderung psikopat
Sumber: duniaku.net

Semua alat yang dimiliki Doraemon membuat Nobita semakin tergantung pada alat-alatnya, dan alat tersebut digunakan untuk kepentingan Nobita sendiri. Tak jarang alat-alatnya mencelakakan orang lain, khususnya Doraemon, atau bahkan orang tuanya sendiri. Bahkan Nobita tak ragu-ragu untuk berbuat curang saat ujian dengan menggunakan pena pintar milik Doraemon. Karakter Nobita ini sepertinya memunjukkan kecenderungan gejala penyakit psikosis menurut ICD 10 atau lebih dikenal dengan sakit jiwa. Ciri-cirinya sudah disebutkan dalam beberapa kejadian sebelumnya, seperti tidak mau kalah secara akut, cenderung curang dan mencelakai orang lain.

3. Dunia paralel

Kwikku, Dunia paralel
Sumber: duniaku.net

Plot utama Doraemon adalah kembali ke masa lalu, dan membantu Nobita agar bisa hidup bahagia. Dalam salah satu episode, Nobita diceritakan bakal menikah dengan Jaiko. Namun, menurut film Stand By Me, Nobita menikah dengan Shizuka. Anehnya, Sewashi, cucu dari Nobita, tetap ada, dan tidak berpengaruh. Padahal Sewashi ada karena Nobita menikah dengan Jaiko.

Satu-satunya kemungkinan yang terjadi adalah alur waktu yang dialami Sewashi dan Nobita bercabang, alias paralel, sehingga jika kehidupan Nobita berubah, jalan sejarah Sewashi tidak akan terpengaruh. Jika ini yang terjadi maka jalan cerita Doraemon mengikuti teori alam semesta paralel. Cerita seperti ini jelas tak bisa ditangkap oleh anak kecil.

4. Paradoks waktu

Kwikku, Paradoks waktu
Sumber: duniaku.net

Zaman saat Nobita masih SD kemungkinan berada pada tahun 80-an. Namun, ketika Nobita sudah dewasa dan melamar Shizuka, teknologi sudah sangat berkembang maju, dengan adanya mobil terbang dan gedung-gedung futuristik. Padahal, jika dipikir, dari saat Nobita SD dan dewasa mungkin hanya selisih belasan tahun saja. Kenapa teknologinya bisa berkembang pesat? Ada dua kemungkinan, yaitu adanya intervensi alien, atau alat-alat Doraemon-lah yang membuat perkembangan teknologi umat manusia. Pikiran anak kecil tak akan sampai ke situ.

5. Pesan moral kompleks

Kwikku, Pesan moral kompleks
Sumber: duniaku.net

Biasanya, di akhir cerita, Nobita selalu diceritakan kena batunya gara-gara alat Doraemon yang digunakan seenaknya oleh Nobita. Hal ini terus terjadi berulang-ulang. Lalu, kenapa Doraemon dan orangtuanya diam saja? Dari sinilah kita harus mengambil kesimpulan sendiri dari kisah-kisah Doraemon. Karena kompleksnya pesan moral di cerita Doraemon, sepertinya hanya orang lebih dewasa yang dapat memahami sehingga harusnya film ini diganjar rating semua umur.

1
1 none
Yang mungkin kamu suka
Deretan Anime yang Selalu Melekat di Hati Generasi 90-an Indonesia, Mana Favoritmu?
Jangan Anggap Remeh, Cantik-cantik 5 Tokoh Ini Sangat Tangguh!
Deretan Tokoh Anime Yang Polos, Baik Hati dan Tidak Sombong, Tapi Kekuatannya Horor!
Komentar