banyoolan Menulis artikel
@banyoolan

Akibat anak tidur seranjang dangan orang tua

Akibat anak tidur seranjang dangan orang tua

Sepasang keluarga muda, baru punya anak satu umurnya 5 tahun, anaknya bernama si Bagong. Mereka tinggal di perumahan type 21 "Lumayan kecil bukan?". Karena rumah type 21 hanya ada 1 kamar tidur, jadi mereka bapak, ibu, dan si anak tidur dalam satu kamar dan satu tempat tidur. Sebenarnya tidak ada masalah, hanya setiap kali bapak sama ibu mau bobo mesti kucing-kucingan "Bukan serial anime TOM And GERRY" yang 18+ taulah masudnya apa, tapi nungguin si Bagong tidur dulu. Untuk memastikan bahwa si Bagong udah tidur apa belum mereka mengetes dengan cara memanggil si Bagong, kalau Bagong menyahut berarti belum tidur, kalau Bagong diam berarti udah tidur, berarti aman.

Suatu malam seperti biasa mereka lagi mood untuk inthehoy, terlihat si Bagong sudah terlelap.

Maka sang bapak mencoba ngetes memanggil.

Bapak: "Bagonggg..?!!”

<[kwik-adsinhere]>

Bagong: ”Ya, pak?”

Bapak: "Wah, ternyata Bagong belum tidur.”

Setengah jam kemudian, gantian si Ibu mencoba ngetes lagi.

Ibu: "Bagonggg.?!!”

Bagong: ”Yaa, buuu?”

BAPAK: ”Gila, belum tidur juga!” "gerutu di dalam hati saking jengkelnya"

Terpaksa mereka menunggu lagi. Setengah jam dites lagi, ternyata si Bagong masih belum tidur juga. Berkali-kali begitu terus. Akhirnya si bapak dan ibu kehabisan kesabaran. Bagong betul-betul dibangunin dan dimarahin habis-habisan. Bagong menangis dan bingung soalnyakan nggak tahu masalahnya apa.

Paginya di sekolah Bagong mengadu bahwa semalaman dimarahin habis-habisan sama orang tuanya. Si Ibu guru bertanya kejadiannya, si Bagong kemudian menjelaskan. Si Ibu guru rupanya menangkap permasalahnya apa..

Guru: ”Bagong, kalau sudah malam di atas jam 10.00 Bagong harus tidur, dan kalau orang tua memanggil Bagong tidak usah menyahut, pura-pura saja nggak mendengar.”

Malamnya Bagong mengikuti nasehat si ibu guru. Beberapa kali Bagong dipanggil nggak menyahut, padahal Bagong sebenarnya mendengar karena memang belum tidur, tapi daripada dimarahi lagi, maka diam saja.

Bapak dan Ibunya sepakat bahwa si Bagong sudah tidur. Mereka juga sepakat mau memulai permainan inthehoy. Terus mereka mematikan lampu. Bagong sebenarnya ketakutan dalam gelap, tapi dia juga ketakutan dimarahi maka diam saja. Permainan makin berjalan seru. Heboh. Menggairahkan. Sampai Bagong juga keheranan, tapi dia tetap diam saja. Sampai akhirnya mereka rupanya sudah mau mencapai puncak.

Bapak: ”Aduuuh, buu.. aku mau keluar!!”

Ibu: ”Paaak, aaaku juga mau keluaaarrrrr”

Bagong: ” Bagong IKUTTTTTT!!”


Pesan bagi orang tua yang sering inthehoy seranjang dengan anak,
jangan biarkan si anak tau karena dapat menyebabkan kesalah pahaman
dan tumbuhnya puberitas anak di usia dini.
(Sumber belum diketahui!).


salam!

Sumber: Gambar cover hanya sebagai Ilusi(Illustrasi), sumber Google Image.
1
1 none
Yang mungkin kamu suka
Segera Menikah, Ini Momen Mesra Syamsir dengan Bunga Jelitha
12 Fakta Menarik tentang Liu Yifei, Pemeran Hua Mulan Versi Live Action!
ACCESS LEVEL DAN ACTION POINT PADA INGRESS
Komentar