Adhy Musaad Menulis artikel
@adhymusaad

Material Material Material

Material Material Material

Design styledesigndari tahun ke tahun selalu berkembang, dari awal sebelum tahun 2012 ada design style yang bernamaskeuomorphism,lalu di tahun 2012 adaflat designataumetro styleyang di kenalkan oleh Microsoft di sistem operasi Windows 8 nya.

Dengan berkembangnya waktu dan teknologi, imajinasipun turut berkembang. Setelah style designyang diperkenalkan Microsoft pada tahun 2012 yaituflat design,awal pertengahan tahun ini Google-pun tak mau kalah untuk membuat style design buatannya sendiri. Design style-nya tersebut diberi codename:quantum paperatau sering kita sebutMaterial Design. Material Designpertama dikenalkan pada Google I/O Conference pertengahan tahun kemarin. Material Design memakai konsep mobile-first, sehingga design style ini cocok di terapkan di berbagai jenis layar karena mobile-first-nya.

Google sudah mengimplementasimaterial designdibeberapa produknya, seperti yang sering kita gunakan yaitu Android L, Google Maps, Google Plus, projek Google untuk Web App yaituPolymer,AngularJS, projek baru yang masih hangat baru keluar minggu ini yaituInbox, dan banyak aplikasi Android L yang sudah menggunakan material design. Material Design tidak terlalu beda jauh dengan flat design, tetapi material design memiliki karakteristiknya sendiri seperti memiliki shadow(bayangan) dan transisi nya yang khas yang bisa dilihat di design guide material design. Banyak opini material design itu design yang semi flat. Flat tidak, skeumorph tidak.

<[kwik-adsinhere]>

Flat Design

Material Design

Terlihat 2 design tersebut tidak terlalu berbeda, pemilihan warna yang tidak terlalu mencolok dan enak dilihat. Langsung saja kita lihlat beberapa implementasi material design di website-website sekarang sebagai berikut:

Welcome - Polymer

Polymer

Pertama polymer, projek ini difokuskan untuk mempermudah kita untuk membuat web aplikasi, di projek ini kita dapat membuat tag html sendiri dan sudah mengimplementasi material design. Jika tertarik untuk mengembangkan website menggunakan polymer, bisa gunakan stackWebComponents.

AngularJS

Selanjutnya adalah AngularJS yang dibuat oleh pak Misko. AngularJS adlaah framework untuk mempermudah kita untuk membuat web aplikasi juga. AngularJS saat ini di maintenance oleh Google. Angular terkenal juga dengan two way data binding-nya. Pada gambar di atas adalah module untuk membuat tampilan aplikasi angular kita menjadi material design. Jika ingin mencobanya, bisa dengan membaca dokumentasinya.

Google Inbox

Selanjutnya adalah Google Inbox. Aplikasi yang masih beta dan baru dikenalkan 3 atau 4 hari yang lalu ini sudah mengadopsi material design. Bisa dilihat digambar.

Untuk kalian para developer Android ataupun Web Developer kalian dapat menggunakan beberapa library atau tutorial untuk dapat menggunakan material design ini.

  1. Bootstrap Material(Website)
  2. Angular Material(Website)
  3. Material Design Library(Android)
  4. Material List(Android)
  5. Material Transition(Android)
  6. Material Widget(Android)
  7. Material UI(Website + React)
  8. Material Menu(Android)

Mungkin cukup segitu dari saya mungkin kurang jelas karena saya juga masih belajar dan sedikit pengetahuan yang saya dapatkan dari internet yang cukup luas. Jika ada yang ingin ditanyakan bisa kontak ke yang bersangkutan. Dan ini adalah Posting pertama di Blog Codelabs.

[1] http://www.google.com/design/spec/

[2] http://abduzeedo.com/ui-inspiration-material-design

[3] https://www.polymer-project.org/

[4] https://material.angular.org/

[5] https://www.google.com/inbox/

Sumber: http://blog.codelabs.or.id/2014/10/material-material-material/
0
0 none
Yang mungkin kamu suka
Usai Fokus Promo di Jepang, Kim Jaejoong Bakal Kembali ke Korea Dengan Album Terbaru
Fakta-fakta Menarik Youtuber Nomor 1 Indonesia Atta Halilintar
5 Kisah Keluarga yang Hidup Bersama Mayat di Rumah Ini Membuat Ngeri
Komentar