Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
CERITA TIKUS DI LUMBUNG PADI
0
Suka
15
Dilihat

Lumbung itu tak pernah bertanya,

kenapa bulir-bulir padi di perutnya

selalu terasa berkurang,

diam-diam.

Ia hanya diam,

menyimpan apa yang tersisa.

Pasrah.

Saat

tikus-tikus datang tanpa permisi.

Mulutnya kecil,

tapi laparnya abadi.

Kata para tikus,

mereka hanya mengutip sedikit,

sekadar untuk menyambung

janji-janji.

Ternyata

giginya yang tajam

tak hanya mengunyah padi,

tapi

menggerogoti tiang-tiang

harapan

juga.

Dinding lumbung yang kian lapuk

mendengar decit tikus-tikus

seperti tembang

sumbang.

Begini decitnya,

“Ini hanya soal perut.”

“Toh, padi sebanyak ini takkan ada yang menghitung.”

Sementara,

di luar,

petani yang lelah

bermimpi panen esok hari

akan

lebih

b-e-r-u-n-t-u-n-g.

Dan lambung itu hanya

tetap diam.

Menyimpan padi,

menyimpan mimpi,

juga menyimpan

tikus-tikus

di dalamnya.

Barangkali,

hingga tiang terakhirnya roboh,

nanti.