Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Tata adalah seorang Witch Drifter—pengembara dari timur yang mempelajari sihir dari luar sistem kerajaan. Tujuannya sederhana: mengungkap misteri asal-usul sihir dengan menemukan pulau yang hilang dan menyelesaikan ekspedisi yang dulu ia jalani bersama orang tuanya. Kedua orang tuanya mati perlahan karena kutukan seorang penyihir lain. Tata tidak menyimpan dendam. Tapi sejak saat itu, ia membenci sihir. Bukan sihirnya, melainkan para penyihir yang bertindak seenaknya—membunuh, menjajah, menindas.
Tata memiliki kemampuan sihir pelapis yang hanya butuh serpihan kecil elemen dari lingkungan untuk melapisi tangan dan kakinya. Ia tidak punya buku sihir. Suatu hari di kota perbatasan barat, seekor monster sihir menghancurkan perlengkapan ekspedisinya. Tata terpaksa menggunakan kekuatannya. Namun caranya terlalu brutal. Monsternya mati, tapi dua rumah ikut hancur.
Atas tindakannya, Tata ditangkap pihak kerajaan dan dijatuhi hukuman mati—karena selain merusak rumah, ia juga orang asing yang masuk ke barat tanpa izin. Namun sebelum eksekusi, seorang komandan ksatria sihir mengusulkan dan memaksa agar Tata masuk ke pasukannya. Hukuman mati diganti dengan kerja paksa: ia harus bergabung dengan divisi ksatria sihir peringkat terendah. Sebuah divisi berwarna hitam, berlambang serigala, yang isinya para buangan.
Tata menerima. Bukan karena patuh, tapi karena orang tuanya dulu mengajarkan apa arti tanggung jawab. Tapi di divisi sampah ini, kehadirannya justru perlahan mulai mengubah sesuatu—tanpa pernah ia sadari