Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Di Kayu Jati, ada yang tidak boleh disebut keras-keras selepas magrib.
Tuselak. Manusia biasa di siang hari, pemangsa ketika malam tiba.
Sejak kecil, Wati sudah terbiasa dengan bisik-bisik itu. Anak tuselak, kata mereka. Anak hasil perjanjian dengan jin. Ibunya mati terjun dari bukit ketika ia baru berumur empat tahun, dan sejak itu tak seorang pun di kampung mau duduk di sebelahnya.
Wati selalu percaya semua itu hanya fitnah. Sampai seorang perempuan tuselak menghadang delmannya di jalan Kayu Manis dan berbisik, "Kamu bagian dari kami." Sampai sepupunya ditemukan tewas di kaki bukit. Sampai ia menguntit bapaknya pada pukul dua dini hari dan melihatnya bersimpuh di depan mulut gua, berbicara kepada sesuatu yang tak kasatmata.
Kini purnama merah semakin dekat. Pintu kamar yang dirantai selama empat belas tahun mulai mengeluarkan senandung. Dan suara di balik pintu itu memanggil Wati dengan nada yang sangat mirip ibunya.
Jika satu-satunya orang yang ingin kamu selamatkan adalah orang yang sedang menyiapkan kematianmu, kepada siapa lagi kamu bisa percaya?