Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Di balik gerbang berkarat itu, tersimpan lebih dari sekadar tumpukan batu dan kayu. Rumah tua di ujung gang sempit itu adalah saksi bisu bagi perjalanan hidup keluarga Pak Darmo. Namun, ketika korporasi pengembang datang membawa tawaran uang yang mampu mengubah nasib mereka seumur hidup, fondasi keluarga tersebut mulai retak.
Bagi Pak Darmo, rumah adalah harga diri yang tak ternilai, benteng terakhir dari kenangan dan masa depan keluarganya. Bagi Raka dan Arga, rumah adalah saksi masa kecil yang kini justru terasa menekan dengan beban perawatan dan ancaman penggusuran. Di antara ego, rasa sayang, dan tuntutan zaman, mereka terjepit dalam pilihan sulit: mempertahankan warisan yang sekarat atau melepaskannya demi masa depan yang lebih pasti.
Tubir Pekarangan adalah kisah tentang garis batas—bukan hanya garis batas tanah yang tercatat dalam sertifikat, tetapi garis batas batin di mana drama kehidupan dimulai. Tentang bagaimana sebuah keluarga mencoba memaknai arti "pulang" di tengah dunia yang terus mendesak mereka untuk pergi.