Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Di sebuah desa di bilangan Sragen yang tampak tenang, hidup seorang lelaki bernama Suharno—sosok yang dikenal ramah, suka merayu, dan sulit setia pada satu hati. Bagi sebagian orang, ia hanya seorang play boy desa yang gemar menabur pesona. Namun di balik senyumnya yang memikat, tersembunyi perjalanan hidup yang berliku: kemiskinan, kesepian, dan pencarian makna cinta yang tak pernah benar-benar ia temukan.
Dari satu pelabuhan hati ke pelabuhan lain, Suharno menjalin kisah dengan berbagai perempuan, seperti: Nufa, Dian, Suji, U-ut, hingga perempuan-perempuan yang datang dan pergi dalam hidupnya. Ada cinta yang tumbuh dari kebiasaan, ada pula yang lahir dari kesendirian. Namun setiap hubungan membawa konsekuensi: luka, kecemburuan, harapan, dan pilihan-pilihan yang tak selalu mudah.
"Tualang Cinta Play Boy Desa" adalah kisah tentang gairah, kesalahan, dan pencarian jati diri seorang lelaki desa yang terus berlayar di samudra cinta. Di antara janji yang terucap dan air mata yang tertumpah, Suharno perlahan belajar pada lelaki asing yang sejatinya suara hatinya sendiri di mana cinta bukan sekadar petualangan—melainkan yang harus dipertanggungjawabkan dalam kehidupan.