Tiada Ojek Di Paris
Genre Romantis Sedang Berlangsung
Mulai membaca
Beli Sekarang
Digital Rp25,000
QR
0
Disukai
74
Dibaca
Blurb
Sebagai kota metropolitan, Jakarta tumbuh dengan pesat secara fisik maupun demografis. Dinamika sosial-ekonomi Jakarta juga memperlihatkan perkembangan yang signifikan dari waktu ke waktu. Dalam esai berjudul Tiada Ojek di Paris, Seno Gumira Ajidarma membahas Jakarta sebagai ruang urban yang dipenuhi oleh permasalahan manusia modern. Tulisan ini bertujuan untuk memperlihatkan intertekstualitas yang ada di dalam kumpulan esai tersebut, begitu pula intertekstualitas yang dihasilkan dari penyebutan berbagai teks lain di dalam karya. Pendekatan Strukturalisme Genetik Lucien Goldmann, teori Intertekstualitas Julia Kristeva, dan Konsep Produksi Ruang Henri Lefebvre digunakan sebagai bingkai analisis. Analisis struktur teks memperlihatkan identifikasi Jakarta sebagai ruang urban yang problematik dan dekat dengan realitas keseharian. Hal ini diujarkan oleh narator sekaligus fokalisator dari perspektif akademis, sesuai dengan latar belakang penulis yang merupakan seorang sastrawan sekaligus akademisi. Adapun relasi intertekstual yang terbangun dari rangkaian teks yang ada di dalam Tiada Ojek di Paris merepresentasikan refleksi, kritik, dan wacana dominan yang memproduksi ruang-ruang sosial di ruang urban Jakarta. Sementara itu, intertekstualitas yang dihasilkan dari penyebutan berbagai teks lain di dalam antologi esai mempertegas posisi penulis sebagai sastrawan dan akademisi dalam membangun argumentasi.
Rekomendasi
Romantis
Lihat Semua