Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Sejak kecil, Anggun Puspitasari tidak pernah benar-benar mengenal arti ketenangan.
Tatapan merendahkan. Perlakuan yang menyakitkan. Masa lalu yang memaksanya tumbuh lebih cepat daripada anak-anak seusianya. Hingga seseorang mengajarinya satu hal yang mengubah hidupnya selamanya: bertahan hidup bukan dengan kemarahan, melainkan dengan kendali.
Bertahun-tahun kemudian, Anggun akhirnya memiliki kehidupan yang selalu ia impikan.
Sebuah paviliun kecil yang sunyi. Pekerjaan di perpustakaan. Secangkir teh chamomile favoritnya.
Tidak mewah.
Namun cukup.
Sampai sebuah ponsel misterius diam-diam diselipkan ke dalam tasnya.
Sejak hari itu, orang-orang asing mulai bermunculan. Mereka mengawasi, mengejar, bahkan rela membunuh demi sesuatu yang tidak pernah Anggun minta. Semakin ia berusaha mengembalikan hidupnya seperti semula, semakin jauh ia terseret ke dalam permainan yang tidak ia pahami.
Di saat yang sama, masa lalu yang selama ini ia kubur perlahan kembali mengetuk, memaksanya menghadapi luka yang belum pernah benar-benar sembuh.
Kini Anggun dihadapkan pada pilihan yang tak pernah ia inginkan.
Terus berlari demi mempertahankan ketenangan yang selama ini ia perjuangkan...
atau menghadapi dunia yang pernah menghancurkannya, meski itu berarti kehilangan satu-satunya kehidupan yang akhirnya berhasil ia bangun.
Karena terkadang...
yang paling sulit diperjuangkan bukanlah kemenangan.
Melainkan kesempatan untuk hidup dengan tenang.
Dan ketika masa lalu akhirnya berhasil menemukanmu...
masih adakah tempat yang benar-benar bisa disebut sebagai rumah?