Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Sudah puluhan tahun Bumi diselimuti gumpalan hitam abadi. Kehidupan hanya tersisa di bawah "Tujuh Lubang"-celah-celah raksasa di atmosfer yang membiarkan cahaya matahari jatuh ke permukaan. Ada lubang yang hanya melindungi sebuah desa kecil, namun ada pula yang memayungi kota-kota raksasa seluas ribuan kilometer.
Di balik tembok-tembok tinggi yang membatasi wilayah di bawah lubang, "Monster Malam" berkuasa dalam kegelapan yang tak tertembus. Namun, ancaman sebenarnya mungkin bukan di luar sana. Di dalam lubang, rasa penasaran telah mati. Penyelidikan dihentikan, kendaraan terbang dilarang, dan manusia dipaksa menerima takdir mereka dalam isolasi.
William Wesley, seorang anak laki-laki 12 tahun, tidak sengaja menemukan rahasia yang dilarang: sebuah potret kuno tentang langit yang biru merata, tanpa gumpalan hitam sedikit pun.
Lalu ia bertemu dengan seorang penyusup misterius, ia tiba-tiba diberitahu kalau ibunya ditangkap polisi. Meyakini bahwa itu ada hubungannya dengan potret langit yang ia lihat, William nekat melintasi tembok tinggi itu.
Di tengah maut yang mengintai, ia bertemu dengan Para Pemburu Gelap-kelompok buangan yang bertahan hidup tanpa perlindungan lubang. Bersama mereka, William memulai perjalanan berbahaya untuk mengungkap kebenaran: Apa sebenarnya gumpalan hitam itu? Dan mengapa mereka menyembunyikan fakta di balik fenomena tak biasa ini?
"Bumi menjadi indah karena ada langit biru yang megah di atasnya. Dan aku akan merebutnya kembali."