Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Dalam satu malam, kota Hamelin kehilangan masa depannya. Seratus tiga puluh anak muda lenyap tanpa jejak menembus gerbang kota, menyusul alunan seruling dan janji manis seorang pria asing berpakaian warna-warni. Dewan kota menyebutnya sihir hitam. Orang-orang tua meratapinya sebagai kutukan. Namun, Johann (17 tahun) tidak memercayai takhayul. Ia tertinggal di kota yang mendadak senyap itu bukan karena ia kebal terhadap hipnotis, melainkan karena kakinya yang pincang tak mampu mengejar ritme musik si penyuling. Johann diabaikan—baik oleh si penculik, maupun oleh abang kandungnya sendiri yang pergi tanpa pamit. Rasa iri dan amarah Johann berubah menjadi ketegangan dingin ketika ia menemukan secarik surat rahasia di kamar mereka. Isinya membongkar kebenaran yang mengerikan: Ini bukan penculikan mistis. Dewan kota yang bangkrut telah menjual anak-anak mereka sendiri kepada si penyuling untuk melunasi utang. Berbekal sebuah peta perdagangan tua dan tongkat kayu penyangganya, Johann menolak tinggal diam menjadi "sisa" di kota yang membusuk. Ia memulai investigasi berbahaya dari balik bayang-bayang tembok kota untuk melacak rombongan yang hilang. Johann akan membuktikan bahwa kaki yang cacat bukan halangan untuk mengejar sebuah konspirasi. Karena di Hamelin, rahasia yang paling mematikan tidak ditiup lewat seruling, melainkan disembunyikan di balik jubah para penguasa.