Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Tidak ada yang aneh dengan hari itu. Sampai hujan turun. Di tengah kelas yang tetap berjalan seperti biasa, Aruna Kai menyadari sesuatu yang tidak bisa dijelaskan. Ada satu kursi yang tiba-tiba terisi. Seorang gadis duduk di sana. Tenang. Tidak mencolok. Berbicara seperti siswa lain. Masalahnya, tidak ada yang menyadari dia ada. Bagi semua orang, kursi itu tetap kosong. Saat hujan berhenti, gadis itu menghilang. Tidak ada yang bertanya. Tidak ada yang merasa kehilangan. Bahkan tidak ada yang ingat bahwa dia pernah ada. Kecuali Aruna. Awalnya dia mencoba mencari penjelasan. Lalu dia menyadari sesuatu yang lebih sederhana. Gadis itu hanya muncul saat hujan turun. Dan setiap kali hujan berhenti, dunia akan melupakannya lagi. Di antara waktu yang terbatas itu, mereka mulai berbicara. Percakapan kecil yang seharusnya tidak berarti, tapi perlahan menjadi sesuatu yang sulit untuk diabaikan. Tanpa sadar, Aruna mulai menunggu hujan. Bukan karena dia menyukai hujan. Tapi karena hanya itu satu-satunya cara dia bisa bertemu dengannya. Namun seiring waktu, ada sesuatu yang mulai berubah. Bukan pada dunia. Tapi pada dirinya sendiri. Dia mulai lupa. Detail kecil tentang gadis itu perlahan hilang. Nama, suara, bahkan wajahnya mulai terasa tidak jelas. Seolah mengingatnya pun memiliki batas. Sekarang, Aruna dihadapkan pada satu hal yang tidak bisa dia hindari. Jika suatu hari dia benar-benar lupa. . . Apakah gadis itu masih pernah ada?