Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Bagi Kretcha Afifah, hidup selalu sesederhana logika. Belajar sebaik mungkin, bekerja sekeras mungkin, dan tidak pernah mengecewakan satu-satunya orang yang telah mengorbankan segalanya untuknya, ibunya, WiwidHermani.
Di balik kesuksesan Kretcha sebagai Data Scientist di perusahaan teknologi multinasional, ada aturan-aturan yang tak pernah boleh ia langgar. Tidak boleh mengejar mimpi di luar rencana ibunya. Tidak boleh mengambil keputusan sendiri. Terlebih, tidak boleh mempertanyakan masa lalu. Sampai sebuah anomali muncul di layar komputernya. Sebuah nama yang seharusnya tidak pernah memiliki kaitan dengan hidupnya. Adrian Sagara.
Semakin Kretcha menelusuri jejak pria itu, semakin banyak kebohongan yang terkuak. Rahasia yang selama puluhan tahun dikubur rapat oleh ibunya perlahan mengubah cara pandangnya terhadap keluarga, cinta, dan pengorbanan. Di saat yang sama, karier yang dibangunnya dengan susah payah mulai runtuh, sementara hubungan mereka sebagai ibu dan anak berada di ambang kehancuran.
Di balik ambisi yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, Kretcha menyadari bahwa tidak semua luka berasal dari kebencian. Sebagian lahir dari cinta yang salah arah, harapan yang terlalu besar, dan keputusan-keputusan yang dibuat demi melindungi orang yang paling dicintai. Karena terkadang, kesalahan terbesar dalam hidup bukanlah yang kita buat sendiri. Melainkan bug yang telah tertanam sejak akar keluarga kita.