Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Kirana Adisty selalu punya satu prinsip: sekolah adalah tempat untuk belajar, bukan tempat mencari masalah.
Semuanya berjalan sesuai rencana sampai guru mengubah posisi tempat duduk dan menempatkannya di sebelah Dimas Alvaro—siswa yang paling santai, paling suka bercanda, dan paling sering membuat kesabarannya habis.
Bagi Kirana, memiliki Dimas sebagai teman sebangku adalah sebuah bencana.
Dimas selalu meminjam alat tulisnya, mengganggu konsentrasinya, dan menemukan berbagai cara untuk membuat Kirana kesal. Anehnya, semakin sering mereka bertengkar, semakin sulit bagi Kirana untuk mengabaikan keberadaan Dimas.
Dimas pun mulai menyadari sesuatu.
Ia tidak lagi mengganggu Kirana hanya karena ingin melihat gadis itu marah. Ia mulai memperhatikan kebiasaannya, mengingat hal-hal kecil tentang dirinya, dan merasa ada yang kurang ketika Kirana tidak berada di sampingnya.
Di tengah tugas sekolah, persahabatan, masalah keluarga, cita-cita, dan rasa cemburu yang perlahan muncul, keduanya mulai menyadari bahwa hubungan mereka telah berubah.
Namun mengakui perasaan bukan perkara mudah.
Apalagi ketika mereka sama-sama takut bahwa cinta bisa mengubah kehidupan yang selama ini mereka bangun.
Dari dua teman sebangku yang tidak pernah menyangka akan menjadi dekat, akankah mereka berani mengakui satu hal yang selama ini mereka sembunyikan?
Bahwa terkadang, cinta pertama datang dari seseorang yang awalnya paling tidak ingin kita temui.
Dan bagi Kirana, mungkin cinta pertama itu memang selalu duduk tepat di sebelahnya.