Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Suara seruan kasar itu membelah udara dingin malam yang mencekam. "Lucas, kau bawa saja dia untuk Tuan Gabriel! Dia pasti akan senang! Lihat tubuhnya, sempurna."
Tubuh mungil Alia Maudy Pertiwi seketika membeku. Napasnya tercekat di pangkal tenggorokannya, rasa takut merambat cepat di setiap urat nadinya. Gadis polos itu tak pernah menyangka nasibnya akan berakhir di tangan orang-orang jahat, dijadikan barang dagangan untuk diserahkan kepada sosok yang namanya sendiri sudah cukup membuat siapa pun gemetar ketakutan—Gabriel Alessandro De Luca. Seorang pria berdarah campuran Italia yang memegang kendali penuh atas dunia gelap kota ini; kejam, dingin, berkuasa, dan tak pernah mengenal belas kasih.
Saat ia dihadapkan pada sosok bertudung yang gagah dan mengerikan itu, dunia Alia terasa runtuh. Ibu jari pria itu menjepit rahang kecilnya dengan kasar namun penuh penilaian, membuat Alia tak berdaya bergerak.
"Kau... Masih pe-ra-wan?" suara berat Gabriel terdengar dingin dan menusuk, matanya menatap tajam menelanjangi ketakutan Alia.
Jantung Alia berdegup kencang tak beraturan. Wajahnya pucat pasi, bibirnya memutih menahan isak tangis. Di hadapannya, Gabriel terlihat begitu mengerikan dengan bibir tipisnya yang menjepit sebatang cerutu, menebarkan aura bahaya yang mematikan. Mulut Alia terkunci rapat, ia sama sekali tak mampu mengeluarkan suara apa pun.
Namun, ancaman itu datang semakin nyata. Lucas, anak buah setia Gabriel, menodongkan senjata tepat ke arahnya sambil berbisik penuh ancaman: "Hey Nona, pilih saja, menuruti kami atau. . . .. kepalamu akan kami lubangi?"
Di detik itu, Alia sadar ia berada di persimpangan hidup dan mati. Apakah ia akan mati malam ini? Atau justru ia harus menyerahkan diri dan kesuciannya kepada iblis berwajah manusia itu demi tetap hidup?
Alia hanyalah mangsa yang terperangkap. Tapi Gabriel, pria yang mengira dirinya hanya sedang mendapatkan barang hiburan baru, perlahan mulai menyadari sesuatu. Di balik ketakutan dan kepolosan gadis itu, ada ketegaran yang tak terduga. Akankah Alia tetap menjadi tawanan yang lemah? Atau justru dialah satu-satunya makhluk yang ditakdirkan untuk masuk ke dalam hati beku dan gelap milik Tuan Gabriel?