Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Di sini, di tanah Kutai, telah kurawat satu mimpi sederhana: aku ingin menjadi yang tercepat dalam adu renang! Akan kubuktikan pada ayahku bahwa aku layak dibanggakan. Tapi nenekku, Mak Tuha Duriati, yang usianya hampir seabad masih saja menyebalkan sejak kematian Umma Bungeh. Dia tidak suka aku pergi berenang.
Tulang-tulang Umma masih terkubur di sudut Bengalon. Belum diantarkan ke Lawu Tatau, tempat para roh tidur dengan tenang tanpa diganggu cacing-cacing tanah. Bertahun-tahun, aku menunggu Amme Manturai pulang ke desa untuk upacara kematian Umma. Tetapi, dia selalu sibuk bekerja bersama orang-orang berpangkat itu.
Tak terasa, sejak Amme pergi, di belakang rumah, sudah menganga tanah seperti borok di kaki Mak Tuha. Setiap hari makin lebar, digali dan dikeruk, sebab di dalamnya terkandung batu bara yang mampu menyalakan lampu-lampu di kota dengan satu hentakan jari seperti keajaiban di negeri sihir. Sekarang, borok itu sudah bernanah. Orang-orang di kampungku menyebutnya danau bekas galian.
Di sanalah Agau, adikku, melihat pesut-pesut berlompatan dan aku harus berenang lebih cepat dari arus listrik untuk mengejarnya.