Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Mbah Dirman adalah tuan tanah di sebuah desa. Beliau menurunkan hampir 3 hektar tanah untuk keturunannya. Beliau tidak membedakan keturunan laki-laki dan perempuan, semua dibagi sama rata dengan status hibah. Beliau juga tak lupa memberikan sepetak tanah untuk wakaf musholla desa.
Mbah Dirman selalu berpesan pada anak cucu untuk tidak menjual, karena harga tanah tiap tahun naik, beliau mengantisipasi agar keturunannya memiliki modal utama berupa tanah untuk tempat tinggal mereka nantinya. Betapa mulianya beliau mengatur masa depan keturunannya agar tidak menjadi tuna wisma.
Seiring berjalannya waktu, generasi cucu beliau tidak sepaham dengan pemikiran Mbah Dirman. Zaman sudah beda, pemikiran pun juga beda. Ada beberapa cucu yang memiliki keinginan untuk merantau, maka tanah warisan tersebut pun dijual untuk menjadi modal merantau. Namun siapa sangka, setelah menjual tanah warisan tersebut, modal justru tak berwujud apa-apa malah dipergunakan untuk berobat.
Tak hanya itu, ada juga yang menjual tanah warisan untuk membangun bisnis, tapi gagal juga. Belum balik modal, malah lapaknya mengalami kebakaran hebat, dan terpaksa gali lubang tutup lubang.
Satu pesan bagi ahli waris, hiduplah di jalur lurus tanpa membantah titah leluhur apalagi titah tersebut untuk kebaikan kalian.
Tokoh Utama
Bu Safriyah
Atika
Chapter belum tersedia
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Kamu harus masuk terlebih dahulu untuk mengirimkan ulasan, Masuk