Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Arum punya mimpi yang sederhana-- sebuah rumah kecil di pinggiran Surabaya dan pendidikan yang layak untuk adiknya. Namun, kemiskinan adalah jerat yang paling mengerikan. Di ambang keputusasaan hidup, Arum justru melangkah masuk ke dalam sangkar emas bernama Taman Bunga. Di bawah asuhan Mama Sekar, seorang wanita yang membalut kekejaman dengan kasih sayang keibuan, Arum dipaksa meyakini bahwa tubuhnya bukanlah miliknya sendiri. Ia bukan lagi seorang gadis yang berjuang demi sesuap nasi dan masa depan adiknya, melainkan sebuah objek yang diperjual belikan. Arum diberi label sebagai "primadona" yang dipersiapkan untuk memuaskan hasrat orang-orang berkuasa. Saat realitas perlahan dihancurkan oleh kebahagiaan palsu dan ritual-ritual menyesatkan, Arum mulai kehilangan batas antara dirinya sendiri dan ilusi yang diciptakan oleh para predator yang menamakan diri mereka "tamu istimewa". Di tengah desis kebencian pada diri sendiri dan ketergantungan yang mematikan, Arum menyadari satu hal yang mengerikan. Ia bukan sedang mekar untuk memperbaiki hidupnya, melainkan perlahan layu untuk mati. Menurutmu, sejauh mana seseorang bisa mempertahankan jiwanya, ketika tubuhnya sudah bukan lagi miliknya?