Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Mentari tidak suka hujan. Bukan karena dingin, jalanan yang macet, atau pakaian yang basah. Baginya, hujan selalu membawa sesuatu yang lebih buruk dari itu. Karena itu, Mentari terbiasa menghitung. Jam berapa hujan akan turun. Berapa lama perjalanan pulang. Berapa banyak waktu yang ia punya sebelum tetes pertama menyentuh tanah. Sampai suatu sore, hujan turun lebih cepat dari yang seharusnya. Di seberang jalan, seorang laki-laki berkemeja putih berdiri sendirian di tengah hujan. Tidak membawa payung. Tidak mencari tempat berteduh. Dan pakaiannya tetap kering. Mentari mengira pertemuan itu hanya kebetulan. Sampai laki-laki yang sama muncul lagi. Bersama hujan yang seharusnya belum turun.