Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Ada cinta yang datang tepat waktu. Ada pula cinta yang terlambat beberapa langkah. Dendi mencintai Dina sejak mereka masih bersekolah. Bertahun-tahun ia menyimpan perasaan itu, sampai akhirnya keberanian membawanya pada sebuah pengakuan. Namun jawaban Dina justru menghancurkan harapannya: sudah ada lelaki lain bernama Gilang. Dendi mencoba menerima kenyataan. Ia mengubah patah hati menjadi keberanian untuk membangun hidupnya sendiri. Dari seorang barista, ia memilih mendirikan kedai kopi bersama sahabatnya, Soka. Di tengah kopi, puisi, musik, persahabatan, keluarga, dan kesibukan hidup, Dendi perlahan belajar bahwa mencintai seseorang tidak selalu berarti memilikinya. Tetapi waktu mempertemukan mereka kembali. Dina datang membawa penyesalan. Hubungannya dengan Gilang tidak berjalan seperti yang ia bayangkan. Ia mulai menyadari bahwa seseorang yang dahulu ia anggap biasa justru adalah orang yang paling tulus mencintainya. Namun Dendi sudah terluka. Cinta masih ada, tetapi harga diri membuatnya tidak mudah kembali seperti dulu.Sebab terkadang, seseorang tidak kehilangan cinta karena berhenti mencintai. Ia kehilangannya karena terlambat menyadari bahwa cinta itu pernah menunggunya.