Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Aku selalu percaya bahwa Bapak pergi begitu saja—meninggalkan aku dan Ibu tanpa alasan yang cukup untuk dimaafkan. Rumah kecil kami di ujung gang menjadi saksi bagaimana kami belajar hidup tanpa bayangannya.
Namun keyakinan itu runtuh saat Ibu meninggal.
Di dalam lemari tua yang nyaris lapuk, aku menemukan setumpuk surat yang ditulis tangan oleh Ibu. Semua ditujukan untuk satu nama yang selama ini kami anggap telah menghilang: Bapak. Anehnya, tak satu pun surat itu pernah dikirim.
Setiap lembar membuka cerita yang berbeda dari yang selama ini aku pahami. Tentang pertengkaran yang dulu hanya terdengar sebagai suara pecah di balik pintu. Tentang tawa yang kini terasa asing. Tentang cinta yang ternyata tidak pernah benar-benar pergi—hanya berubah bentuk.
Aku mulai menyadari bahwa mungkin. . . bukan Bapak yang meninggalkan kami.
Melainkan seseorang yang memilih untuk melepaskan.
Di antara masa lalu yang perlahan terbuka dan masa kini yang memaksaku menutup semuanya, aku harus memutuskan: apakah aku ingin mencari kebenaran. . . atau tetap tinggal dalam versi cerita yang selama ini membuatku bertahan?
Karena pada akhirnya, rumah bukan tentang siapa yang tinggal.
Melainkan tentang siapa yang tetap kita simpan, meski tak lagi ada.