Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Bagi Sentana, laut Manado adalah sahabat sekaligus pengkhianat.
Dulu, dia sempat bodoh jatuh pada seseorang yang dianggap sebagai semestanya, menawarkan cinta dan rasa aman yang tak nyata. Cinta itu ternyata hanyalah sebuah pengkhianatan yang dibungkus dengan janji-janji manis. Ia memberikan harapan, lalu menghancurkannya berkeping-keping di bawah kaki wanita lain.
Lalu, datang semestanya yang baru. Pria dari masalalu yang sabar, yang mau menerima segala kerusakan dalam dirinya. Semestanya kali ini tidak pernah menuntut untuk dicintai dengan cepat. Dan ketika akhirnya ia menyerah pada ketulusan pria itu, ketika akhirnya cinta mulai tumbuh lagi, takdir kembali melakukan leluconnya.
Lautan tampak begitu tenang, seolah-olah ia tidak pernah melakukan dosa apa pun. Padahal, di balik permukaannya yang biru legam, laut dengqn kejam menelan Semestanya. Pria itu, pria yang menghabiskan seluruh hidupnya untuk menunggu giliran dicintai, kini hilang di dalam dekapan air laut. Tepat di hari ia menyadari ada nyawa lain yang tumbuh di rahimnya, pesawat yang ditumpangi semestanya hilang ditelan samudra. Laut yang dulu menjadi tempatku bercerita, kini menjadi kuburan bagi separuh jiwanya.
Tiga tahun bertahan dalam sunyi, hingga suatu hari, seorang pria berdiri di depannya. Wajahnya, tatapannya, bahkan aromanya sangat mirip dengan semestanya.
Tapi, apakah laut benar-benar mengembalikan apa yang telah ia ambil? Atau ini hanya cara takdir untuk mematahkan hati Sentana sekali lagi?