Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Namun, kedamaian itu tak berlangsung lama, karena kemudian Ibu histeris lagi. Kali ini disertai tangis panjang. Juga racauan. Ibu menangis sambil menunjuk-nunjuk halaman depan. Katanya, pasukan semut akan mengambil-alih hak milik rumah kami dan menjadikan penghuninya sebagai tawanan. "Amankan sertifikat, cepaat. . . !" Ibu lupa bahkan kami belum menerima sertifikat itu karena aku membeli rumah ini dengan cara kredit. Benda itu masih tertahan di sebuah brankas di bank. "Kalau begitu sembunyikan makanan dan segala yang manis-manis!" Tentu saja aku hanya berpura-pura mau melakukan perintah Ibu dengan syarat ia mau bersembunyi di kamar dan menelan bubur labu yang sudah kutaburi obat penenang.