Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Dua belas tahun setelah meninggalkan Bandung, Arga Prasetya pulang untuk menguburkan ayahnya.
Ia berniat menyelesaikan urusan warisan secepat mungkin, menjual rumah keluarga, lalu kembali pada hidup yang telah dibangunnya jauh dari sana. Namun rumah itu diwariskan kepadanya bersama Naira Hanum—adik tirinya yang dulu ia tinggalkan sebagai gadis kecil dan kini telah menjadi perempuan yang nyaris tak dikenalnya.
Naira menolak menjual.
Baginya, rumah itu bukan sekadar bangunan. Di sanalah ibunya pernah hidup, ayah tiri yang ia rawat hingga akhir menghabiskan sisa usia, dan semua bukti bahwa dirinya pernah menjadi bagian dari sebuah keluarga tersimpan.
Pertengkaran mereka berubah arah ketika Arga, seorang arsitek, menemukan sesuatu yang mustahil pada struktur rumah tersebut.
Dinding yang terlalu tebal.
Pintu lama yang tidak pernah benar-benar dicabut.
Lantai baru yang menutupi lantai sebelumnya.
Dan warna-warna dari masa berbeda yang masih terkubur di balik lapisan berikutnya.
Ayah mereka ternyata tidak pernah membongkar apa pun.
Setiap kali seseorang pergi, ia hanya menutup jejaknya dan membangun sesuatu yang baru di atasnya.
Semakin banyak lapisan rumah dibuka, semakin banyak pula keyakinan Arga dan Naira tentang keluarga mereka yang runtuh. Tentang dua ibu yang tidak pernah benar-benar saling menggantikan. Tentang seorang ayah yang mencintai dengan cara yang justru membuat semua orang sesak. Dan tentang ruang yang ternyata sejak dulu dibangun untuk dua anak yang tak pernah sempat tumbuh bersama di dalamnya.
Namun ada satu hal yang tidak pernah direncanakan siapa pun.
Setelah dua belas tahun terpisah, Arga dan Naira tidak lagi menjadi dua orang yang mereka ingat.
Di antara dinding-dinding yang menyimpan terlalu banyak masa lalu, keduanya harus memutuskan apakah keluarga berarti mempertahankan segala sesuatu yang pernah ada—atau berani membiarkan sebagian pergi agar orang-orang yang masih hidup akhirnya memiliki ruang untuk memilih hidup mereka sendiri.