Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Joy tidak percaya Tuhan. Bukan karena ia tidak pernah mencari. Justru karena ia pernah terluka terlalu dalam.
Ia pernah hidup bersama orang-orang yang beragama dan mendapatkan realitas yang berbeda. Ia bertanya kepada orang-orang beragama. Membaca buku. Membandingkan argumen. Mencari jawaban dengan logika yang menurutnya paling masuk akal. Tetapi semakin banyak ia mengalami, semakin sulit baginya untuk tetap percaya.
Kini ia tinggal di sebuah desa, menjalankan bisnis kecil, menikmati kopi, rokok, radio tua, dan perdebatan panjang bersama seorang lelaki yang selalu memanggilnya Joy.
Mereka memiliki cara yang berbeda dalam memandang Tuhan. Tetapi anehnya, mereka tidak pernah benar-benar ingin memenangkan perdebatan. Sebab ada sesuatu yang tidak pernah mereka bicarakan. Tentang luka. Tentang seseorang dari masa lalu. Tentang sebuah sungai, beberapa perahu kertas, dan sebuah nama yang perlahan kembali.
Sementara itu, sebuah nama dari masa lalu perlahan membuat Joy mempertanyakan kembali: benarkah selama ini ia sedang melawan Tuhan, atau sesuatu yang lain?
Pada akhirnya, dalam hidup, akan ada orang-orang yang datang untuk memberikan jawaban. Ada pula yang datang hanya untuk membuat kita berani bertanya kembali. Dan mungkin, pada akhirnya, pulang bukan berarti menemukan semua jawaban. Mungkin pulang berarti menemukan kembali diri kita yang sempat hilang.
TΣBU — Anteb Ing Kolbu
Sebuah kisah tentang luka, iman, pencarian, dan manusia yang perlahan belajar berdamai dengan dirinya.