Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Japran menjadi dalang dalam peristiwa kematian Wak Lim dan Loi. Namun di balik itu, ternyata Japran dikhianati oleh penyusup-penyusup yang bertujuan ingin merebut kekuasaannya atau meluruskan kepentingan pengerukan tanah, sehingga Japran harus mengalami kepahitan atas meninggalnya Habsahab--anaknya sendiri.
Salimah--istri Habsahab pun merasa dikhianati mertuanya sendiri. Bagi Salimah tahun itu adalah tahun paling pahit—peristiwa yang membuat orang-orang di kampung pesisir utara semakin gelisah dan ketakutan dengan isu-isu ninja yang mencekam, pembunuhan secara misterius, dan tiba-tiba tanah pantai lenyap, laut menjadi kota.
Pada akhirnya Salimah harus merelakan dua orang yang ia cintai—ayah dan suaminya yang tewas secara mengenaskan.
Bismillah. Selamat untuk Pak Aksan. Cara Bapak menuliskan detail sangat indah. Ketika membaca bagian demi bagian, saya bisa ikut merasakan sepertinya langit itu gelap dan mendung. Bisa bolak-balik dalam mewaktukan cerita itu sangat MasyaAllah tabarakallah.. tapi bisa menyambung. Yang tadinya protagonis bisa jadi antagonis ternyata, semoga Allah melindungi kita dari yang demikian. Secara umum sangat bagus Cerita ini. Barakallahu fik, Pak Aksan..
Saya tidak berani menyebut tulisan ini hanya sebuah novel. Lebih-lebih, ini adalah satu esai tentang isu sosial-politik yang begitu dalam. Pada setiap bagiannya, diselipkan memori kolektif sejarah yang seakan menjadi hidup kembali oleh gaya penokohan yang unik. Bagi saya yang kurang meminati novel kontemporer, tulisan ini seakan memutar balik memori ketika membaca karya Angkatan 45, atau tulisan klasik Tolstoy dan Dostoevsky.
Gaya bercerita selalu memukau. Novel ini mengajak pembaca masuk dalam situasi yang getir dan mencekam. Tapi tetap manis dan asyik dengan pembungkusan bahasa penceritaannya.
Langsung sematkan kelima bintang untuk karya yang tak bisa turun dari trending #1 dalam beberapa minggu ini. Cara bertuturnya bikin jatuh cinta pembacanya, good luck ya ,