Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Rudi mati dengan cara paling nggak elegan: ketabrak truk yang lampu seinnya rusak. Sebagai generasi yang besar nonton anime, dia udah siapin ekspektasi standar—bakal isekai, dapet sistem level-up, ketemu Goddess di portal.
Realitanya? Dia bangun jadi pocong penghuni gunung. Followers nol, tongkat selfie tetep jalan (walau cara megangnya... jangan ditanya).
Hidup—eh, mati—Rudi mulai rame setelah ketemu Rai dan Dandi, dua mahasiswa pendaki yang niatnya menaklukkan Gunung Slamet, bukan ketemu hantu bungkus yang sok akrab. Setelah drama senter nyala-mati-teriak berkali-kali, ketiganya malah jadi sahabat paling absurd se-gunung.
Tapi kedamaian itu nggak lama. Ada dukun receh bernama Mas Jarwo yang nyandera makhluk-makhluk halus gunung demi kesaktian instan, dibantu dua murid paling nggak kompeten sepanjang sejarah perdukunan: Slamet dan Painem.
Klimaksnya? Pertarungan 3 lawan 3 paling absurd yang pernah ada, jurus angin topan yang berakhir jadi kentut jengkol, jurus bayangan seribu wajah yang berakhir nyangkut di semak, dan satu masalah teknis yang nggak pernah kepikiran sebelumnya: gimana caranya pocong yang tangannya terikat ikut bertarung?
Komedi, horor, dan absurditas jadi satu di Selebcong Followers Nol—cerita tentang mati yang nggak harus jadi akhir, dan pertemanan yang bisa tumbuh di tempat paling nggak terduga.