Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Soebagyo, 72 tahun, mengidap Alzheimer. Setiap malam ia merekam suara-suara di rumah — hujan, masakan, tawa — karena tidak tahu cara lain menjaga hal-hal yang ia cintai.
Ketika kondisinya memburuk, tiga anaknya terpaksa pulang. Rara yang sudah tiga tahun menanggung seorang diri. Hendra yang jauh dan sibuk dengan hidup yang tidak pernah benar-benar ia pilih. Nisa yang pergi mencari dirinya sendiri tapi tidak pernah benar-benar menemukan.
Di rumah masa kecil yang catnya sudah kusam, mereka menemukan seribu lebih rekaman suara, surat yang tidak pernah terkirim, dan gambar-gambar yang diam-diam disimpan di laci selama bertahun-tahun.
Bapak lupa nama mereka. Tapi ia tidak pernah berhenti mencintai mereka — dengan cara yang tidak pernah ia ajarkan dan tidak pernah mereka mengerti, sampai sekarang.
Selagi Masih Ingat adalah cerita tentang rumah, tentang jarak, dan tentang cinta yang tidak selalu tahu cara mengucapkan namanya sendiri.