Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Sabrina tidak pernah membayangkan hidupnya akan berhenti di lorong rumah sakit. Di usia ketika orang-orang sibuk mengejar mimpi, ia justru belajar menghafal jadwal cuci darah, obat-obatan, tekanan darah, dan cara menahan tangis di depan ibunya yang divonis gagal ginjal.
Ketika saudara-saudaranya melanjutkan hidup masing-masing, Sabrina memilih tinggal—menjadi tangan yang menggandeng, pundak yang menopang, dan alasan ibunya bertahan hidup.
Namun menjadi kuat terlalu lama diam-diam melelahkan. Di tengah keletihan yang nyaris menenggelamkannya, hadir seseorang yang perlahan mengingatkan Sabrina bahwa hidupnya belum selesai. Bahwa ia juga berhak dicintai.
Tetapi bagaimana jika kebahagiaan mengharuskannya pergi? Sebab bagi ibunya, Sabrina adalah sekoci terakhir—satu-satunya tempat pulang ketika tubuh tak lagi mampu melawan. Dan bagi Sabrina, meninggalkan berarti belajar hidup dengan rasa bersalah seumur hidup.
Ketika cinta datang membawa kemungkinan baru, Sabrina dihadapkan pada pertanyaan yang tak pernah diajarkan siapa pun: Apakah memilih diri sendiri selalu berarti menjadi anak yang buruk?