Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
"Seberat apa pun tikaman mautnya, hidup akan selalu layak diperjuangkan sampai gelegar napas penghabisan."
Di kota megapolitan ini, harga sebuah nyawa sering kali lebih murah daripada biaya parkir mobil mewah di lobi gedung pencakar langit.
Bagi Malik, Panji, dan Pak Sartoni, hidup di gubuk reyot di pinggiran rel kereta api Jakarta adalah pertempuran harian melawan lapar, utang, dan ancaman penggusuran. Mereka harus bertahan di tengah kepungan dunia yang menuntut mereka untuk memilih: menjadi binatang buas demi bertahan hidup, atau tetap menjadi manusia dengan tangan yang bersih dari kejahatan.
Di antara butiran nasi yang didapat dari cucuran keringat jujur, deru kereta api, dan kerasnya aspal ibu kota yang meremukkan batin, novel ini menelusuri batas tipis antara keputusasaan dan kemenangan rohani. Sebuah kisah megah tentang cinta keluarga, solidaritas kaum papa, dan keberanian untuk tetap berdiri tegak ketika dunia merampas segalanya dari tanganmu.
"SEBUTIR NASI DI MEJA MAKAN ORANG-ORANG" adalah sebuah cermin tajam yang memotret ketimpangan sosial Jakarta, sekaligus pesan yang menghunjam bagi siapa saja yang sedang berjuang di sisi tergelap sejarah, mengingatkan bahwa di bawah kolong langit yang kejam, integritas dan kasih sayang adalah harta paling abadi yang tidak bisa dibeli oleh seluruh kekayaan raja-raja di dunia.
Jujur awalnya bingung dan menganggap analogi sebutir nasi di meja makan orang-orang itu terlalu berlebihan dan dilebaykan sama penulisnya. Tapi begitu mutusin baca beberapa bab langsung berubah total 180derajat. Sampai jadi kepikiran gimana nasib karakternya dibab selanjutnya. Doa sekencangnya buat novel ini di baca lebih banyak orang dan secepatnya naik cetak. 🙏🙏😇😇😇😍
Konflik yang ada dinovel ini bukan yang gila--gilaan dan terkesan mustahil, tapi malah beneran terasa dekat dengan keseharian. Kalau seandainya dijadikan film pasti sinematografiya akan gelap, menguras emosi dan mengintimidasi. Mark my words, this book is going to be huge!
Tiga hari baca dan selesai sudah. Bagiku novel yang satu ini ditulis dengan bahasa puitis tapi tajam, penuh perenungan, dan sangat membekas di kepala bahkan setelah bab terakhir selesai dibaca.
Menurutku penulis membuat novel fiksi ini bukan untuk sekedar hiburan, tapi menyampaikan pesan kritik sosial secara cerdas kepada pembaca yang menikmatinya 👍
Karakterisasinya luar biasa tangguh. Penulisnya tidak hanya bercerita, tapi juga memberi ruh dan suara lantang kepada mereka yang selama ini terabaikan. RESPECT.
Setiap kali membuat novel, penulis yang satu ini selalu memberikan kejutan. Bahan ceritanya menyentuh batin. Tokohnya selalu membawa nyawa dan perenungan yang dalam. GOOD JOB !