Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Bagi Evan, hidup adalah tentang bagaimana cara bertahan di tengah hantaman badai yang tak kunjung usai. Dari kerasnya debu proyek hingga sunyinya kebun sawit di pelosok Kalimantan, ia melangkah membawa luka kehilangan yang ia simpan rapat di balik senyum tipisnya. Di sana, di antara barisan pohon sawit, ia sempat menitipkan hatinya pada sebuah "kode telepon". Sebuah rasa yang tumbuh diam-diam, namun harus berakhir sebagai cinta yang semu. Sebatas kekaguman yang tak pernah bisa ia miliki seutuhnya. Kini, Evan mendarat di sebuah ruko kecil di tepian sungai Cilacap. Di balik kepulan uap kaldu bakso milik Mas Hari, ia mencoba membangun kembali puing-puing hatinya.
Ditemani riuh rendah "ormas berbulu" dan tarian ikan-ikan kecil di halaman belakang, Evan menyadari satu hal. Bahwa ketenangan hati adalah kemewahan yang paling mahal harganya. Namun, saat ia mulai mengunci rapat dinding hatinya, sebuah senyum dari seorang pelanggan datang menguji profesionalismenya. Akankah Evan kembali membuka pintu yang telah ia gembok rapat, ataukah ia tetap memilih berjalan sendirian bersama hobi dan kenangan yang takkan pernah sirna? "Karena kekeluargaan tak melulu soal darah, dan kebahagiaan tak selalu soal memiliki."