Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Yang ia miliki hanyalah sebuah koper hitam berisi kuas, bedak, dan mimpi yang belum sempat diwujudkan.
Berpindah dari satu kamar kos ke kamar kos lain, menerima pekerjaan apa pun yang datang, dan bertahan di tengah kerasnya kota telah menjadi bagian dari hidupnya. Berkali-kali ia dikhianati, diremehkan, bahkan kehilangan hampir semua yang dimilikinya. Namun setiap kali hidup menjatuhkannya, selalu ada alasan kecil yang membuatnya kembali berdiri.
Ketika bakatnya sebagai perias wajah mulai membuka pintu-pintu baru, Lintang dihadapkan pada pilihan yang jauh lebih sulit daripada sekadar mengejar kesuksesan: mempertahankan martabat atau mengambil jalan pintas yang menjanjikan segalanya.
Di tengah hiruk-pikuk kota, persaingan, persahabatan, dan kesempatan yang datang tanpa diduga, Lintang belajar bahwa kecantikan sejati bukanlah sesuatu yang tampak di cermin, melainkan keberanian untuk tetap menjadi diri sendiri ketika dunia mencoba mengubahmu.
**Sebelum Matahari Pulang** adalah novel tentang harapan yang tak kunjung padam, tentang perempuan yang memilih bertahan tanpa kehilangan kelembutan hatinya, dan tentang rumah yang pada akhirnya bukan sekadar tempat untuk kembali, melainkan seseorang yang berani berkata, *"Kamu sudah berjuang cukup jauh."*