Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Di bawah naungan cinta kakek dan kehangatan lingkaran sahabatnya, dada Kasapi Rabia Lukadintara tetaplah sebuah ruang hampa yang dingin. Ia terus berburu bayang-bayang keluarga kandungnya.
Hingga sebingkai cangkir tanah liat menyodorkan celah sunyi untuk melarikan diri. Cukup satu tegukan untuk meretas waktu, Cukup satu tegukan untuk meretas waktu, melemparkannya pada aroma rumah yang menolak punah. Namun, keabadian buatan itu menuntut tebusan yang senyap. Setiap kali Kasapi terbangun menembus kenyataan—jejak langkah orang-orang yang mengasihinya telah bergulir makin jauh, sementara nama-nama yang pernah ia dekap pelan-pelan tergerus dari memorinya. Di antara kabut ingatan yang kian menipis dan kenyataan yang kian kusam, sebuah gema berbisik menagih janji:
"Leburkan rupa. Teguklah rasa. Pulanglah pada mereka."
Kini Kasapi dihadapkan pada satu pertaruhan hakiki: terus tenggelam di balik dinding porselen yang sempurna, atau berani memeluk retakan hidup sebelum tubuhnya benar-benar menjadi bayangan.