Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Setelah dua tahun jadi Influencera sukses dari menjual kemalangan dan luka, Elang(24) kini kehilangan segalanya dalam semalam. Dia terseret kasus investasi bodong yang dipromosikannya, ia terancam dipenjara jika tidak membayar ganti rugi dalam kurun waktu tertentu.
Sebuah kabar duka datang membawa secercah harapan: ayahnya meninggal dunia dan meninggalkan rumah warisan yang bernilai tinggi.
Namun, itu tidak datang dengan gratis, dalam surat wasiat ayahnya, ada bayaran yang menyiksa batinnya. Elang wajib menjadi wali sah dari Elaine (9) adik tirinya.
Bagi Elang, Elaine adalah anak dari wanita selingkuhan yang dulu menghancurkan keluarga Elang dan membuat ia dan ibunya menderita. Kini, demi kebebasan dari jeruji besi, Elang terpaksa tinggal satu atap dan mengasuh anak kecil yang ia benci.
Elaine dari awal tak pernah memilih untuk lahir di keluarga mana, ia juga tak pernah berharap jadi satu-satunya yang selamat dalam kecelakaan maut yang menewaskan kedua orang tuanya. Baginya Elang kini satu-satunya keluarga, Elaine mau lakukan apa saja, mematuhi aturan apa pun, agar tidak ditelantarkan, meski tau ia terus dipandang dengan kebencian.
Sementara waktu ganti rugi terus menipis, dinding rumah warisan itu kian sesak oleh dendam dan rasa bersalah. ancaman penjara mulai mengetuk pintu, akankah Elang tega mengorbankan Elaine demi menyelamatkan dirinya sendiri, ataukah ketulusan bocah itu justru menjadi satu-satunya penyelamat hidup Elang yang telanjur hancur?