Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Dengan laras bahasa yang agung, kata penghubung arkais, peribahasa berbunga, serta ungkapan penuh kias, setiap kisah menghadirkan warna sastra klasik yang memikat. Namun di balik keindahan bahasanya, terselip tingkah para lebai yang terkadang lebih pandai berpetuah daripada mempraktikkan petuahnya, saudagar yang lihai berhitung hingga menghitung untung dari bayang-bayang, serta hulubalang yang gagah di medan cerita tetapi kadang gentar menghadapi perkara sepele.
Di antara pasar yang riuh, balai kerajaan yang penuh muslihat, kampung yang sarat petuah, dan pelabuhan tempat saudagar datang membawa kabar dari negeri jauh, pembaca diajak menyaksikan manusia dengan segala kelucuan, kesombongan, kebijaksanaan, dan kelemahannya.
Sastra Tinggi Nan Jenaka bukan sekadar kumpulan cerita pendek, melainkan sebuah permainan bahasa yang mempertemukan keagungan sastra lama dengan humor yang segar. Setiap kisah menyimpan sindiran, setiap kelucuan membawa hikmah, dan setiap petuah kadang justru menjadi bahan tertawaan.
Sebab, sebagaimana kata orang-orang tua dahulu: "Hidup ini ibarat perahu di tengah muara; jikalau terlalu serius mendayung, niscaya lupa menikmati riak air yang menggelitik lambung."