Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Zuhal melarikan diri dari kemewahan rumahnya yang dingin di ibu kota dengan memilih desa pesisir terpencil, Sadranan, sebagai lokasi Kuliah Kerja Nyata Mandiri. Berbekal keangkuhan akademis kelas menengah, ia mengira dapat dengan mudah mengubah desa tersebut. Namun, lautan memiliki aturannya sendiri.
Setiap senja, di atas batu karang hitam yang dihantam ombak ganas, berdiri sesosok bocah tujuh tahun bernama Surya. Ia tidak pernah menangisi nasib. Bocah itu datang membawa bungkusan kertas lusuh berisi daun tembakau kering. Itu bukan sekadar benda mati, melainkan sebuah sogokan mutlak untuk Samudra Hindia. Surya mengimani bahwa tembakau tersebut adalah bahan bakar penuntun agar sang bapak—nelayan yang ditelan badai—bisa menyalakan api dan melihat jalan pulang dari gelapnya dasar lautan.
Di saat sang ibu, Mbok Inah, memutilasi masa mudanya demi memikul beban keluarga di atas kepala , Surya bertarung melawan takdir yang merenggut tiang rumahnya. Mampukah segenggam tembakau meruntuhkan keangkuhan maut? Dan sanggupkah Zuhal, yang terlahir dengan jiwa busung lapar akan kasih sayang, bertahan menyaksikan heroisme brutal dari sebuah keluarga miskin yang menolak untuk hancur?