Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Bagi Viona Mamahit, Seoul bukan tempat untuk memulai lembaran baru. Kota ini hanyalah pelarian.
Setelah tragedi mengerikan merenggut nyawa papanya di Solo dan menghancurkan seluruh dunianya, Viona melarikan diri ke Korea Selatan. Ia membawa luka traumatis yang teramat dalam dan keinginan kuat untuk menghilang secara perlahan di tengah bisingnya Hapjeong-dong.
Sampai suatu pagi di batas tebing Mapo Daegyo mengubah segalanya.
Han Seojun, seorang kapten penerbangan Korean Air yang menyimpan trauma masa lalunya sendiri, menjadi satu-satunya orang yang menarik Viona tepat di tepi jurang keputusasaan. Seojun hadir bukan sebagai pahlawan yang menawarkan keajaiban, melainkan sebagai sosok dewasa yang tenang, mendengarkan tanpa menghakimi, dan perlahan mengajarkan Viona cara bernapas kembali.
Di antara aroma dingin angin musim semi Seoul, hidangan mi hangat di officetel sempit, dan jarak usia sembilan tahun di antara mereka, dua jiwa yang retak berupaya saling menyembuhkan. Namun, ketika bayang-bayang kenangan di Indonesia terus mengejar, sanggupkah Viona membuka hati dan membiarkan Seojun menjadi rumah tempatnya bersandar?