Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Evan, Selina, Nara, dan Raka adalah empat sekawan yang tak terpisahkan sejak kecil. Bagi mereka, dunia hanyalah tentang bermain di taman yang sama dan berbagi bekal sekolah. Namun, waktu mengubah segalanya. Saat mereka beranjak dewasa, dinamika persahabatan itu mulai retak oleh perasaan yang tak lagi sederhana. Evan, yang dulu adalah pelindung bagi ketiganya, mulai melihat Selina dengan cara yang berbeda. Kecantikan Selina yang natural namun memikat membuat Evan terobsesi. Rasa sayang yang dulu tulus perlahan berubah menjadi rasa memiliki yang berlebihan. Evan mulai mengatur dengan siapa Selina bicara, ke mana ia pergi, hingga melarangnya menjalin hubungan asmara dengan siapapun—dengan dalih "menjaga persahabatan mereka." Di sisi lain, Raka ternyata menyimpan perasaan yang sama dalamnya terhadap Selina. Berbeda dengan Evan yang agresif, Raka lebih memilih mencintai dalam diam dan memberikan kenyamanan. Selina pun sebenarnya menaruh hati pada Raka, namun tembok besar bernama "Evan" selalu berdiri di antara mereka. Nara, sebagai saksi kunci pertumbuhan mereka, berada di posisi sulit. Ia melihat bagaimana Evan perlahan menghancurkan kebahagiaan Selina dengan sikap posesifnya, dan bagaimana Raka harus menelan kekecewaan berkali-kali karena intervensi Evan yang licin.