Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Rumah itu hanyalah sebuah bangunan tua yang akan dijual. Setidaknya, begitulah Laras memandangnya ketika ia kembali ke rumah yang pernah menjadi bagian dari hampir separuh hidupnya. Namun, kepulangannya membuat segalanya berubah. Teras mengembalikan suara-suara masa kecil. Ruang tamu menyimpan percakapan yang telah lama terlupakan. Kamar membawa Laras pada luka dan kasih sayang yang pernah tumbuh di dalamnya. Dapur menghidupkan kembali kehangatan keluarga, sementara halaman belakang menyimpan kenangan yang selama ini terkubur dalam ingatannya. Perlahan, setiap sudut rumah membuka potongan masa lalu. Kenangan demi kenangan membawa Laras pada rahasia keluarga yang tak pernah benar-benar terungkap. Semakin ia mengenal rumah itu, semakin Laras menyadari bahwa rumah bukan sekadar dinding, pintu, dan atap. Rumah adalah tempat di mana seseorang pernah tumbuh, kehilangan, mencintai, terluka, dan belajar memaafkan. Hingga akhirnya, Laras memahami bahwa ada sesuatu yang tidak pernah bisa berpindah tangan bersama sebuah kunci. Lalu, ketika rumah itu benar-benar akan dijual, Laras dihadapkan pada satu pertanyaan: Apakah sebuah rumah benar-benar bisa dijual, jika hampir separuh kehidupan seseorang masih tinggal di dalamnya?