Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Sejak kecil, Abay tidak pernah benar-benar memiliki tempat untuk pulang.
Lahir dari keluarga yang berjuang dalam kemiskinan, ia terbiasa ditinggalkan, dititipkan, dan hidup dalam kekurangan. Baginya, atap dan dinding bukan simbol kehangatan, melainkan ruang hampa yang hanya mengajarkannya satu seni paling menyakitkan: menahan diri.
Ia belajar untuk tidak meminta. Ia belajar untuk diam. Karena setiap harapan. . . hanya berujung kekecewaan.
Namun, takdir memiliki caranya sendiri untuk menarik seseorang dari sudut gelap. Pertemuannya dengan Tian—sosok yang membawa spektrum warna ke dalam hidupnya yang monokrom—serta sebuah warnet kecil di sudut kota, perlahan membuka jendela yang selama ini tertutup rapat.
Di antara deru mesin komputer dan pendar layar, Abay menemukan hal-hal yang selama ini dianggapnya mustahil: pengakuan, kesempatan, dan serpihan harga diri yang mulai ia susun kembali.
Namun, semakin jauh ia melangkah, semakin ia sadar—luka masa kecilnya tidak pernah benar-benar pergi.
Dalam perjalanan tumbuhnya, Abay tidak hanya belajar tentang mimpi dan masa depan, tapi juga tentang satu hal yang paling sederhana, namun paling sulit ia pahami: