Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Rumah yang Sunyi adalah kisah tentang Reysa, seorang guru agama, ibu dari empat anak, dan istri yang menjalani pernikahan jarak jauh. Di rumah yang selalu terdengar ramai, Reysa justru merasa paling sendiri. Ia mengurus segalanya seorang diri—anak-anak, pekerjaan, luka batin—sementara imannya perlahan menjauh tanpa ia sadari.
Rumahnya berdampingan dengan orang tua, membuat setiap kesalahan terasa dekat dan nyata. Teguran demi teguran tentang anak-anak, tuntutan untuk selalu benar, dan kelelahan yang tak pernah selesai menjadikan Reysa perempuan yang tampak kuat, namun rapuh di dalam. Ia mengajarkan ayat-ayat Allah setiap hari, tetapi hatinya sendiri terasa kosong dan jauh dari tenang.
Dalam sunyi malam, Reysa berbicara pada suaminya dari jarak yang panjang. Tentang lelah, rindu, dan ketakutan akan hancur diam-diam. Hingga suatu hari ia menyadari, yang paling jauh darinya bukan manusia, melainkan Allah.
Rumah yang Sunyi adalah novel reflektif tentang kehancuran batin, kejujuran menghadapi diri sendiri, dan perjalanan seorang perempuan untuk kembali bersujud—dari titik paling lelah menuju jalan pulang.