Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Bagi Awan, seorang arsitek idealis, membangun ‘Rumah Ungu" di sudut Kota Solo adalah monumen cinta sekaligus pertaruhan ego senimannya. Bagi Maya, seorang dosen film pragmatis, rumah itu adalah kepastian untuk menyudahi lelahnya hidup mengontrak dan ruang yang disiapkan hangat demi menyambut anak yang mereka impikan.
Namun, ketika dinding-dinding berdiri kokoh dan mawar ungu bermekaran di halaman tengah, rumah itu tidak kunjung bising. Ruang yang sedianya dipersiapkan untuk ayunan bayi justru tetap kosong, perlahan menyedot kehangatan pernikahan mereka.
Hantaman krisis finansial, intervensi mertua, hingga riwayat sakit perut Maya yang misterius lambat laun mengikis pondasi domestik keduanya. Puncaknya, sebuah malam yang retak memicu kesalahpahaman hebat. Maya memilih pergi membawa koper ke ‘Jakarta", meninggalkan Awan dalam kobaran cemburu dan amarah.
Awan tidak pernah tahu, kepergian itu bukanlah sebuah pengkhianatan, melainkan cara Maya menyembunyikan rahasia medis yang mematikan. Ketika garis waktu masa lalu menumbuk realitas masa kini, sebuah lembar laboratorium kanker stadium lanjut memaksa seluruh ego Awan luruh menjadi ketulusan murni di sisa waktu yang mereka miliki.