Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Mengerti saat ibunya lebih memprioritaskan saudara perempuannya. Mengerti saat sang ayah tiri menuntutnya untuk menjadi sempurna. Mengerti saat kemarahan yang terluapkan pertanda ia harus menerima. Dan mengerti bahwa dalam keluarganya, perasaannya sendiri tidaklah penting untuk diutamakan.
Amarah, kecewa, dan rasa kehilangan yang terus terbayang sejak ayah kandungnya pergi pun membuatnya terbiasa untuk menahan diri.
Satu-satunya tempat yang membebaskan dia dari jeratan luka tersebut hanyalah rumah pamannya. Di rumah sederhana itu, Alana bisa bercerita tanpa takut diabaikan. Alana bisa mengungkap semua yang dirasa tanpa takut dihakimi. Juga tak luput dari kasih sayang dan kebaikan yang selalu diberi.
Di sana pula dia bertemu Nathan. Seorang mahasiswa yang hangat dan penuh ketulusan, kerap kali membantu ketika Alana menemui kesulitan.
Namun, kenyamanan itu tidak serta merta bebas untuk Alana dapatkan. Orang tuanya selalu mengawasi dan mengarahkan tempat kemana dia harus pergi.
Jika seperti ini, akankah Alana bisa terus menampung kesabaran dan menyerah untuk memenuhi harapan orangtuanya? Atau mengerahkan keberanian diri agar terbebas dari kekangan dan segala macam yang membuatnya jauh dari kata bahagia?