Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Di lereng sejuk Lembang berdiri sebuah rumah bercat putih yang disegani semua orang. Tak ada yang berani mengusiknya, sebab rumah itu milik seorang lelaki tua yang namanya lebih sering terdengar daripada sosoknya sendiri.
Bertahun-tahun, Rumah Putih hanya dijaga oleh Arga Perdana, seorang pria yang hidup dengan masa lalu yang tak lagi ia ingat. Hingga suatu hari, seorang wanita muda datang dan mengaku sebagai cucu pemilik rumah.
Ia tidak datang untuk menuntut warisan.
Ia hanya ingin bertemu dengan Eyangnya.
Namun pertemuan itu justru membangkitkan serpihan ingatan Arga yang telah lama hilang. Sedikit demi sedikit, ia mulai menyadari bahwa Rumah Putih bukan sekadar amanat yang harus dijaga, melainkan bagian dari hidupnya sendiri.
Jauh di Dubai, sang pemilik Rumah Putih akhirnya memutuskan pulang setelah mendengar kabar yang telah ia nantikan selama bertahun-tahun: cucunya mulai mengingat siapa dirinya.
Kepulangan itu membuka kembali kisah yang selama ini tersimpan rapi—tentang keluarga, pengorbanan, cinta, dan rahasia yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini.
Karena terkadang, seseorang tidak benar-benar kehilangan jalan pulang.