Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Bagi Amalia Ciptaningrum, seorang arsitek brilian yang gila kontrol, dunia yang aman adalah dunia yang bisa diukur dengan presisi mutlak. Setelah tragedi kelam tahun 1998 merenggut orang terdekatnya, ia membangun hidupnya layaknya sebuah benteng beton: steril, tanpa celah, dan mengurung diri dari segala bentuk kerentanan emosi.
Namun, cetak biru kehidupannya yang sempurna hancur berantakan di suatu malam, ketika Sekar—keponakan remajanya—mendadak kabur dan mencari suaka di rumahnya yang sunyi. Sekar tidak datang sendirian; ia membawa serta ancaman brutal dari Bimo, ayah kandungnya yang kejam, manipulatif, dan tak segan menghancurkan apa pun demi menjaga gengsi keluarga.
Demi melindungi keponakannya dari siklus kekerasan dan sangkar tradisi yang dulu pernah mencekiknya, Amalia terpaksa melawan aturan emasnya sendiri. Ia harus bersekutu kembali dengan Banyu Aditama, mantan kekasih dari masa lalunya yang selalu mengingatkannya pada hal yang paling ia takuti: keintiman dan rasa percaya.
Kini, Amalia dihadapkan pada satu pilihan mutlak: terus bersembunyi di balik dinding beton tebal penolakan, atau berani meruntuhkan benteng pertahanannya sendiri demi menyelamatkan Sekar dan menemukan makna 'rumah' yang sesungguhnya.
Sebuah kisah tentang arsitektur luka, trauma yang diwariskan, dan keberanian untuk memeluk ketidaksempurnaan.