Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Rumah di Atas Bukit bukan sekadar bangunan tua yang berdiri di antara hamparan perkebunan teh dan kebun kopi. Di sanalah tawa masa kecil, doa-doa yang dipanjatkan, dan janji-janji yang pernah diucapkan tumbuh bersama waktu.
Bagi Adelia, rumah itu adalah tempat paling hangat yang pernah ia miliki. Di sanalah Eyang Hafiz membesarkannya dengan kasih sayang yang tak pernah berkurang, meski sering kali menimbulkan kecemburuan di hati anak dan cucu yang lain. Di rumah itu pula Adelia dan Mahija pernah berjanji akan menghabiskan sisa hidup mereka untuk merawat Eyang Hafiz dan menjaga rumah yang menjadi saksi kebersamaan keluarga.
Namun takdir merenggut Mahija lebih cepat.
Ketika Adelia akhirnya memberanikan diri kembali ke Rumah di Atas Bukit, ia mendapati bahwa waktu telah mengubah banyak hal. Kenangan masih tinggal di setiap sudut rumah, tetapi hati setiap penghuninya menyimpan luka, prasangka, dan harapan yang berbeda. Di tengah semua itu, Brody hadir—bukan untuk menggantikan Mahija, melainkan menemani Adelia menghadapi masa lalu yang belum benar-benar selesai.
Sebab ada rumah yang dibangun dengan batu dan kayu. Ada pula rumah yang dibangun oleh kasih sayang, pengorbanan, dan orang-orang yang memilih untuk tetap pulang.
Dan tidak semua rumah diwariskan kepada mereka yang merasa paling berhak memilikinya.