Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Di Rumah Batu, dindingnya keras dan hati penghuninya pun sama. Cinta tak diungkapkan dengan pelukan, melainkan bentakan dan tatapan dingin. Kami semua membatu.
Hingga muncul Paman Erlan, sosok nyeleneh nan bijak yang menjadi semen penyambung retakan hati kami. Takdir pun bergulir, meruntuhkan dinding beton dan memaksa kami pindah ke sebuah gubuk reyot.
Ironisnya, justru di tempat sederhana inilah kami menemukan kedamaian. Aku akhirnya sadar, rumah yang kokoh bukan dibangun dari batu, melainkan dari hati yang mau melunak dan hidup dalam kejujuran.
Pda bab meja makan yng mmbatu, gela nostlgia bgt. Ini prnah aku alami bgt. Pas waktu makan bukannya cria malah kek film horor. Aplagi pas makn ditanya kerjaan sma keluarga. Aduh pusing. Apakh penulisnya sma kek aku ya?