Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Aletha terbiasa hidup dalam malam-malam panjang tanpa tidur. Insomnia, tekanan keluarga, dan rasa bersalah atas kematian ibunya perlahan membuat hidupnya terasa sesak. Di tengah semua itu, ia hanya memiliki satu hal yang ingin dipertahankan—mimpinya menjadi seorang penulis.
Namun bagi ayahnya, mimpi itu tidak pernah cukup.
Saat mencari inspirasi untuk novel bertema kesehatan mental, Aletha mulai melakukan riset di Blue Haven Mental Care, rumah sakit milik keluarganya. Di sana ia bertemu dengan Dr. Rafandra Aqlan Lazuardi, seorang psikiater muda yang dikenal dingin, tegas, dan sulit didekati.
Awalnya mereka hanya terhubung sebagai penulis dan narasumber. Tetapi semakin sering bertemu, Aletha mulai menyadari bahwa di balik tatapan tenang Rafandra, tersembunyi luka yang tidak kalah dalam dari miliknya.
Dua manusia dengan trauma yang berbeda. Dua hati yang sama-sama kelelahan. Dan sebuah hubungan yang perlahan tumbuh di antara rasa sakit yang belum sembuh.
Namun, ketika rahasia masa lalu mulai terungkap, Aletha harus memilih: tetap bertahan pada mimpinya, atau kembali hidup sesuai harapan orang lain.
Karena tidak semua orang diberi kesempatan untuk salah. Dan tidak semua luka bisa sembuh hanya dengan kata "baik-baik saja".