Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Sebagai influencer ternama, ia membangun karier dengan membagikan kisah-kisah yang menginspirasi. Namun, semuanya runtuh ketika ia terkena skandal. Dalam semalam, ia kehilangan kontrak kerja, kepercayaan publik, dan kehidupan yang selama ini tampak sempurna. Hal itu membuatnya memutuskan hiatus dari media sosial. Di saat hidupnya sedang berantakan, ia menerima kabar yang tak pernah ingin ia dengar: ibunya mengidap karsinoma paru stadium akhir.
Delapan tahun tak pernah bertemu. Delapan tahun menyimpan amarah yang tak pernah selesai. Kini, Elora menjadi satu-satunya keluarga yang harus mendampingi sang ibu di Ruang Kenanga, bangsal perawatan paliatif tempat pasien terminal menghabiskan hari-hari terakhir mereka
Di balik lima pintu kamar, Elora menyaksikan kisah-kisah tentang cinta, penyesalan, kehilangan, dan keluarga yang berusaha bertahan hingga detik terakhir.
Semakin lama berada di Ruang Kenanga, semakin Elora menyadari bahwa yang terluka bukan hanya mereka yang terbaring di atas ranjang, tetapi juga wali pasien yang merupakan orang-orang yang setia menunggu di sampingnya.
Dan ketika waktu terus menghitung mundur, Elora dihadapkan pada satu pertanyaan yang selama ini ia hindari, masih adakah kesempatan untuk memaafkan, sebelum kata selamat tinggal menjadi terlambat?